HeadlineNews

ASN Pemkot Palembang Raih Prestasi PKA, Inovasi Padang Selaso Digitalisasi Pelaporan RT/RW

SUMSEL PUSARAN ONLINE-Semangat perubahan dan inovasi pelayanan publik ditunjukkan oleh para ASN Pemerintah Kota Palembang dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan 1 dan 2 Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026.

Pelatihan yang berlangsung sejak 11 Mei hingga 5 September 2026 yang diselenggarakan Bidang Pengembangan SDM Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 tersebut, menghasilkan sejumlah inovasi yang dirancang untuk menjawab persoalan nyata dalam pelayanan dan tata kelola pemerintahan. DapatkanKalender Digital

Dari ajang tersebut, lima peserta berhasil menempati peringkat terbaik, dengan tiga di antaranya berasal dari Pemerintah Kota Palembang.

Prestasi tersebut bukan sekadar capaian individu, tetapi menunjukkan bahwa perubahan birokrasi dapat dimulai dari aparatur yang berani melihat persoalan sehari-hari dan menghadirkan cara kerja yang lebih sederhana.

Salah satu inovasi yang cukup menarik adalah *Padang Selaso* inovasi yang di gagas oleh Sekretaris Camat Ilir Barat satu kota Palembang Zaid Rahmadian, inovasi ini dikembangkan dengan tujuan untuk Menyederhanakan Pelaporan RT dan RW dari cara konvensional atau laporan kertas menjadi paperless digital.

Padang Selaso berangkat dari persoalan sederhana: bagaimana membuat pelaporan RT dan RW menjadi lebih mudah, cepat, dan terukur.

Sistem digital ini menyederhanakan proses pelaporan dari tingkat lingkungan hingga kecamatan, sehingga informasi dapat diterima dengan lebih cepat dan tindak lanjut dapat dipantau secara lebih jelas.

“Selama ini laporan dari lingkungan sering melalui proses yang panjang. Padang Selaso mencoba memangkas kerumitan itu. Prinsipnya sederhana: laporannya lebih mudah, informasinya lebih jelas, tindak lanjutnya lebih terukur.”kata Zaid kepada Ketik.com

Penerapan Padang Selaso di Kecamatan Ilir Barat I menjadi salah satu langkah awal digitalisasi pelaporan RT/RW di Kota Palembang.

Ke depan, Zaid berharap inovasi ini diharapkan dapat dikembangkan dan direplikasi di kecamatan lain, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada satu wilayah.

Pesan yang dibawa sederhana: birokrasi harus terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat. Teknologi bukan tujuan akhir, tetapi alat untuk membuat pelayanan lebih mudah, informasi lebih terbuka, dan tindak lanjut lebih terukur.***

Related Posts

1 of 41