HeadlineNews

Polda Sumsel Tambah Satgas Karhutla Jadi 1.000 Personel, Perkuat Respons di Wilayah Rawan

SUMSEL PUSARAN ONLINE-Kepolisian Daerah Sumatera Selatan menambah pasukan satuan tugas (satgas) pemadam kebakaran hutan dan lahan dari 548 menjadi 1.000 personel guna mempercepat pencegahan dan penanganan di wilayah rawan.

Karo Ops Polda Sumsel Kombes Pol. Muhammad Anis Prasetio Santoso di Palembang, Sabtu, mengatakan berdasarkan data satelit Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang terintegrasi dalam aplikasi Sistem Terpadu Operasi Karhutla (Stop Karhutla) Polda Sumsel di Palembang, Jumat (4/9/2026), terdeteksi 648 titik panas di wilayah Sumatera Selatan.

Dari jumlah tersebut, 590 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah (medium) dan 58 titik pada tingkat kepercayaan rendah (low), sementara titik panas tingkat kepercayaan tinggi (high) nihil.

“Merespons kondisi tersebut, pimpinan Polda Sumsel menebalkan kekuatan hingga 1.000 personel. Penebalan ini difokuskan untuk memperkuat pengawasan dan respons cepat di 20 posko siaga karhutla yang tersebar pada lima satuan wilayah (Satwil), terutama kawasan berpotensi kerawanan tinggi,” terangnya.

Ia menyebutkan kekuatan tambahan tersebut didukung armada taktis perairan Ditpolairud serta kendaraan roda dua dari Samapta dan Brimob. Sarana operasional ini disiapkan untuk menembus lokasi dengan medan sulit, termasuk kawasan lahan gambut yang tidak bisa dijangkau kendaraan darat biasa.

Peningkatan kekuatan diarahkan untuk mempercepat verifikasi lapangan (ground check), memperkuat patroli preventif, serta melakukan pemadaman sedini mungkin. Kesiapsiagaan selama 24 jam menjadi strategi utama untuk mencegah potensi kebakaran meluas.

Ia menegaskan penambahan kekuatan merupakan langkah cepat dalam menyesuaikan kemampuan operasional dengan dinamika cuaca dan pantauan titik panas.

“Kekuatan ini kami sebar untuk mempercepat pemadaman dini di setiap posko, sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan tenang,” ujar Anis.

Ia menambahkan, keberadaan personel di lapangan memastikan setiap informasi titik panas segera diverifikasi agar penanganan dilakukan berdasarkan kondisi faktual.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan bahwa langkah penebalan pasukan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat sekaligus mendukung agenda strategis pemerintah.

“Polda Sumsel berkomitmen penuh mendukung agenda strategis pemerintah dalam penanggulangan karhutla dan menjaga stabilitas kamtibmas. Kami mengimbau masyarakat untuk terus bersinergi menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” kata Nandang.

Polda Sumsel juga memperkuat koordinasi lintas sektoral bersama pemerintah daerah, TNI, instansi terkait, dan masyarakat. Sinergi ini difokuskan pada percepatan deteksi, pemadaman, pendinginan, hingga pemantauan pascapemadaman agar situasi kamtibmas di Sumatera Selatan tetap kondusif.***

Related Posts

1 of 41